Tampilkan postingan dengan label Tentang Kami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Kami. Tampilkan semua postingan

Profil MTsN 1 Madiun

MTsN 1 Madiun

MTsN 1 Madiun terletak di Jalan Sunan Ampel No. 14 Desa Doho Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun, tepatnya terletak ± 1km kearah barat dari Jalan Raya Madiun-Ponorogo seberang POM bensin Dolopo. Sedangkan lembaga pendidikan selevel sperti SMP yang mengelilingi MTsN 1 Madiun antara lain SMPN Kebonsari I, radius 4 Km kearah barat, SMPN Dolopo I, radius 3 Km kearah utara dan SMPN Dolopo 3 radius 6 Km kearah utara. Jika dari arah Kabupaten Kota Madiun berjarak 31 Km kearah selatan. Madrasah Tsanawiyah Negeri Dolopo diminati oleh anak-anak yang berada di sekitar radius 3-5 Km dari madrasah.
Masyarakat yang berada di sekitar MTsN 1 Madiun khususnya, dari struktur ekonomi umumnya menekuni bidang pertanian, mulai dari petani pemilik lahan digarap sendiri, petani penggarap lahan orang lain (sewa tanah), buruh tani terikat maupun lepas. Sedangkan sebagian kecil lainnya menekuni dalam bidang perdagangan dan pegawai, baik itu pegawai negeri ataupun pegawai swasta. Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Madiun yang mempunyai image sebagai lembaga pendidikan biaya rendah/murah, dengan kurikulum yang berbasis lokal, menjadi alternatif bagi komunitas strata ekonomi menengah bawah (komunitas mayoritas) tersebut.
Hampir menempati prosentase 95% penduduk Kecamatan Dolopo beragama Islam yang terbagi dalam ormas keagamaan NU 75% Muhamadiyah 25%, Karena latar belakang sosial yang hampir sama dalam struktur masyarakat membentuk komunitas dan interaksi antara kedua ormas itu berjalan seimbang.
Bedirinya Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Madiun dilatar belakangi oleh adanya kesadaran akan kelemahan umat Islam untuk menegakkan agamanya di Negara Pancasila, terkait terjadinya pemberontakan G 30 S/PKI, maka dirintislah pembentukan sebuah panitia pendiri Lembaga Pendidikan Islam Tingkat Menengah. Adapun hasil rapat dan pembentukan panitia pendiri lembaga pendidikan islam tingkat menengah;
a)            Pada tanggal 17 Agustus 1966 rapat pertama kali di rumah Bapak Moh. Cholis kepala Desa Doho Dolopo, yang hadir :
b)            Tokoh dari desa Pucang Anom     :  a). Bp. Kadis Sastrowiyono
                                                                     b). Bp. Rusmani
c)            Tokoh dari desa Doho                  :     a). Bp. Islan
                                                            b). Bp. Duryat
                                                            c). Bp. Maryuni
                                                            d). Bp. Moch. Kadis
d)       Keputusan Rapat : Berhasil mendirikan Madrasah Tsanawiyah “Darul Hikmah” di lokasi Doho Dolopo Madiun
e)  Menunjuk Kepala Sekolah : Bp. Wasit Prabosiswoyo, dan membentuk Badan Sementara/pengganti POMG dengan tugas mempersiapkan /peralatan dan mencari calon murid
Pada tahun 1968 Madrasah Tsanawiyah mulai menerima siswa baru dan mulai melaksanakan kegiatan pembelajaran. Dalam perkembangan Madrasah Tsanawiyah “Darul Hikmah” ini mendapat sambutan yang baik dari masyarakat, terbukti banyak sekali masyarakat di sekitar Kec.Kebonsari dan Kec.Dolopo untuk mensekolahkan putera puterinya di Madrasah Tsanawiyah ini.
Pada tanggal 9 Juli 1975 Mts. “Darul Hikmah” menjadi Negeri atau dinegerikan dengan nama MTsAIN (Madrasah Tsanawiyah Islam Negeri) dan pada saat itu bersamaan peresmian gedung MTsAIN oleh Bapak Bupati Madiun yaitu Bapak Slamet Harjo Utomo. Dan pada tahun 1948/1985 Madrasah berhasil merehap 6 buah ruang belajar dan sekaligus mengubah nama menjadi MTsN 1 Madiun sampai saat ini yang sudah dikenal masyarakat Madiun.

a.    Sarana dan Prasana MTsN 1 Madiun
Tanah  MTsN 1 Madiun berasal dari Pemerintah dengan luas 5.275 m2 dan tanah wakaf seluas 10.739 m2. Total luas areal tanah 16.014 m2.
Adapun gedung yang berada di MTsN 1 Madiun memiliki luas 2.884 m2 secara umum dalam keadaan baik, adapun jumlah ruang untuk menunjang kegiatan belajar mengajar yang dimiliki adalah
Tabel
Daftar Sarana dan Prasarana MTsN 1 Madiun
No.
Jenis Ruang
Jumlah
1.
Ruang Kepala
1
2.
Ruang TU
1
3.
Ruang Guru
1
4.
Ruang Kelas
27
5.
Ruang Lab. IPA
1
6.
Ruang Perpustakaan
1
7.
Ruang Kopsis
1
8.
WC
4
9.
Ruang Komputer
1
10.
Gudang
1
11.
Ruang BP/ BK
1
12.
Ruang UKS
1
13.
Ruang Ketrampilan
1
14.
Mushola
1
15.
Ruang Osis
1
16.
Ruang Arsip
1

JUMLAH
45

b.         Visi, Misi, dan Nilai Organisasi Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Madiun
1.             Visi Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Madiun
Lahirnya generasi Islam yang bertaqwa, unggul, dan berwawasan lingkungan berdasarkan dengan semangat gotong royong  pada tahun 2019.

2.             Misi Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Madiun
a)  Menanamkan akhlakul karimah secara utuh dan terpadu serta mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kegiatan keagamaan.
b)     Menumbuhkan semangat keunggulan dan kompetitif secara intensif kepada seluruh warga madrasah melalui pembinaan dan bimbingan akademik maupun non akademik.
c)      Melaksanakan pendidikan dan pelatihan secara berkesinambungan kepada seluruh SDM Madrasah untuk mengembangkan kecakapan yang berkaitan dengan bidang studi, keterampilan mengajar, soft skill, penguasaan teknologi informatika, manajemen dan kepemimpinan.
d)        Membentuk warga madrasah yang berkarakter, berbudayayang mempunyai rasa empati dan kepedulian terhadap masyarakat.
e)     Menciptakan lingkungan yang bersih, indah, tertib, aman, rindang, nyaman dalam suasana kekeluargaan dan semangat gotong royong.
f)        Menanamkan sikap penghematan energi air, listrik dan efisiensi ATK.
g)    Mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan.

c.              Nilai Organisasi
1)     INTEGRITAS :  Keselarasan antara hati, pikiran, perkataan dan perbuatan yang baik dan benar;
2)        PROFESIONALITAS : Bekerja secara disiplin, kompeten dan tepat waktu dengan       hasil terbaik;
3)        INOVASI :Menyempurnakan yang sudah ada dan mengkreasi hal baru yang lebih baik;
4)        TANGGUNG JAWAB : Bekerja secara tuntas dan konsekuens;
                        5)    KETELADANAN : Menjadi contoh yang baik bagi orang lain.

VISI MISI BIMBINGAN DAN KONSELING MTsN 1 MADIUN


Visi dan Misi Bimbingan dan Konseling
Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Madiun


Visi
Visi bimbingan dan konseling adalah terwujudnya layanan bimbingan dan konseling yang profesional dalam memfasilitasi perkembangan peserta didik/konseli menuju pribadi unggul dalam imtak, iptek, tangguh, mandiri dan bertanggung jawab.

Misi
1)  Menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling yang memandirikan peserta didik/konseli berdasarkan pendekatan yang humanis dan multikultur;
2)         Membangun kolaborasi dengan guru mata pelajaran, wali kelas, orang tua, dan pihak lain dalam rangka menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling;
3)   Meningkatkan mutu guru bimbingan dan konseling atau konselor melalui kegiatan pengembangan keprofesionalan berkelanjutan.

MENGENAL BIMBINGAN DAN KONSELING


MENGENAL BIMBINGAN DAN KONSELING

“Apa sih bimbingan konseling atau BK itu?” “ Kok, tidak ada nilai BK di dalam rapot?” Ini adalah deretan pertanyaan yang datang dari beberapa siswa-siswi SMA tentang bimbingan konseling (BK) yang ada di sekolah. Hal ini menandakan bahwa masih banyak orang yang belum sungguh-sungguh mengenal BK dan apa manfaat dari pelayanan BK itu sendiri.
Bimbingan dan Konseling memiliki dua makna yang berbeda namun saling berkaitan satu dengan lainnya. Menurut Sertzer dan Stone (1981), mengatakan bahwa The process of helping individuals to understand themselves and their world (bimbingan diartikan sebagai proses membantu orang-perorangan untuk memahami dirinya sendiri dan lingkungan hidupnya). Proses, menunjuk pada gejala bahwa sesuatu akan berubah secara berangsur-angsur selama kurun waktu tertentu. Oleh karena itu bimbingan bukanlah suatu peristiwa yang terjadi sekali saja, melainkan mencakup sejumlah tahap yang secara berangkaian dan terstruktur membawa ke tujuan yang ingin dicapai. Membantu berarti memberikan pertolongan dalam menghadapi dan mengatasi tantangan serta kesulitan yang timbul dalam kehidupan manusia.
Orang-perorangan menunjuk pada individu atau orang tertentu yang dibantu seperti para siswa di sekolah, mahasiswa, orangtua/keluarga, orang dewasa, atau para manula. Para individu ini sering menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan yang selalu muncul dalam kehidupan mereka. Tantangan dan kesulitan ini harus mereka hayati sebagai suatu masalah yang harus diatasi, agar perkembanga selanjutnya dapat berjalan dengan lancar. Memahami diri berarti mengenal diri sendiri secara lebih mendalam dan menetapkan tujuan-tujuan yang ingin dicapai, serta membentuk nilai-nilai (values) yang akan menjadi pegangan selama hidupnya (Winkel, 1990). Tujuan dari pelayanan bimbingan oleh tenaga profesional adalah semua bidang kehidupan yang mencakup perkembangan kepribadian yang seoptimal mungkin. Dalam rangka mengembangkan dirinya sendiri orang harus mengenal dirinya sendiri dan lingkungan hidupnya. Dia harus membangun cita-cita yang ingin dicapai dan menimbang beraneka dorongan motivasional yang terdapat dalam dirinya sendiri. Selanjutnya, dia harus mempertimbangkan alternatif-alternatif yang terbuka baginya untuk mewujudkan cita-citanya, kemudian memperhitungkan kewajibannya terhadap sesama manusia. Tahap selanjutnya yang perlu dilakukannya adalah, merencanakan langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencapai suatu tujuan. Akhirnya, dia harus mengadakan evaluasi atas dirinya dan arah kehidupannya sendiri. Tujuan ini yang menjadi ciri khas dari bimbingan sebagai bantuan.
Istilah konseling sendiri berasal dari kata Latin “consilum” yang berarti “dengan” atau “bersama” dan “mengambil” atau “memegang”. Maka dapat dirumuskan sebagai memegang, atau mengambil bersama. Ungkapan ini didukung pula oleh ahli konseling W.S Winkel bahwa konseling mengandung suatu proses antarpribadi yang berlangsung melalui saluran komunikasi verbal dan non verbal. Dengan menciptakan kondisi positif seperti empati, penerimaan serta penghargaan, keikhlasan serta kejujuran, dan perhatian yang tulen (facilitative conditions), konselor menginginkan konseli untuk merefleksi atas diri sendiri serta pengalaman hidupnya, memahami diri sendiri serta situasi kehidupannya dan berdasarkan itu menemukan penyelesaian atas masalah yang dihadapi (Winkel, 1990). Konseling meliputi relasi tatap muka secara pribadi antara dua orang di mana si konselor, lewat relasi tersebut dan dengan menggunakan kemampuan khususnya berusaha memberikan situasi belajar di mana si konseli ditolong untuk memahami dirinya sendiri dengan cara yang memuaskan bagi dirinya dan tidak merugikan orang lain atau masyarakat. Konseli belajar memecahkan masalah-masalah dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan tertentu (Rebecca, 1982). Konseling berbeda dengan bimbingan namun memiliki tingkat kesesuaian yang tercakup dalam bimbingan konseling. Bimbingan adalah relasi yang bertujuan menolong dan tepat diberikan kepada seseorang yang sedang membutuhkan bantuan rangka memahami dirinya sendiri dan lingkungan, serta dalam rangka membuat keputusan-keputusan yang bijaksana menyangkut pendidikan, pekerjaan, atau masalah pribadinya. Sedangkan konseling bertujuan memecahkan masalah-masalah pribadi atau yang menyangkut soal yang sama, namun secara langsung lebih bertujuan untuk menolong si konseli memperoleh informasi, mendapatkan orientasi dalam menghadapi masalah-masalah baru, merencanakan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam tugas-tugas perkembangannya, mengumpulkan data untuk membuat keputusan-keputusan berkaitan dengan kelanjutan studi atau memilih bidang pekerjaan, dll. Kesamaannya terletak pada tujuan untuk semakin memperkembangkan si konseli dalam setiap aspek kehidupannya sedangkan perbedaanya adalah bimbingan memiliki konotasi positif dan preventif (pencegahaan) dan konseling memiliki konotasi upaya memperbaiki atau menghilangkan suatu hambatan atau masalah yang sedang dialami si konseli.
Pelayanan konseling dalam sistem pendidikan di Indonesia mengalami beberapa perubahan nama. Pada kurikulum 1984 semula disebut Bimbingan dan Penyuluhan (BP), kemudian pada Kurikulum 1994 berganti nama menjadi Bimbingan dan Konseling (BK) sampai dengan sekarang. Sejalan dengan perubahan-perubahaan nama tersebut, di dalamnya terkandung berbagai usaha perubahan untuk memantapkan konseling sebagai suatu profesi. Oleh karena itu seorang konselor sekolah hendaklah profesional dalam menjalankan tugas. Pelayanan BK di sekolah lebih menekankan pada cinta kasih. Dengan cinta kasih seorang konselor akan lebih empatik kepada siswanya. Relasi yang baik, hangat dan penuh penerimaan antara siswa dengan konselor sekolah akan memudahkan siswa untuk lebih memahami diri dan kondisi lingkungan dirinya dan lebih mudah mengambil keputusan dalam hidupnya demi kebaikan dirinya sendiri. Para siswa harus ditangani oleh konselor yang sungguh profesional dalam bidangnya karena di dalam konseling memiliki asas kerahasiaan, asas kesukarelaan, asas keterbukaan, asas kenormatifan, dll. Konselor sekolah hendaknya mentaati aturan-aturan dalam memberikan pelayanan bimbingan dan konseling yang terdapat dalam kode etik keprofesian sebagai seorang guru BK.
Bahwa tidak terdapat nilai BK dalam raport tetapi hasil dari proses pelayanan BK di sekolah dapat dilihat pada perubahaan diri seseorang baik sikap, perilaku, pikiran, dan perasaannya yang menjadi lebih baik dan berani mengambil keputusan dan siap menjalankan keputusan-keputusan tersebut dengan segala konsekuensi yang ada. “Manusia merupakan makhluk rasional dan memiliki potensi-potensi yang bisa dikembangkan ke arah positif atau negatif”.
Sumber:
Rebecca Mary. 1982. Peer Counseling, A Way of Life. Manila: The Peer Counseling Foundation.
Winkel, W.S. 1990. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidiikan. Jakarta: Grasindo.
Yeo Anthony. 2003. Konseling Suatu Pendekatan Pemecahan Masalah. Jakarta: BPK


CYBER-COUNSELING

Cyber-Counseling di MTsN 1 Madiun

Di zaman teknologi seperti sekarang ini, setiap individu termasuk siswa dituntut untuk siap bersaing meraih kualitas hidup agar dapat mandiri. Tidak ajarang, dalam proses mencapai kemandirian tersebut, siswa menghadapi masalah yang membebani perkembangan fisik dan psikologisnya. Terkadang permasalahan tersebut tidak mampu diatasi sendiri oleh siswa. Mereka memerlukan pelayanan yang secara sistematis mampu membantu mengatasi masalah yang dihadapinya sehingga siswa mampu mengembangkan dirinya ke arah peningkatan kualitas kehidupan efektif sehari-hari.
Dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah, terdapat layanan konseling individu untuk membantu siswa memecahkan masalahnya. Menurut Hellen (2000), konseling individu adalah layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan siswa atau konseli mendapatkan layanan langsung tatap muka (secara perorangan) dengan guru pembimbing dalam rangka pembahasan pengentasan masalah pribadi yang dialami oleh siswa atau konseli. Dari definisi konseling individu tersebut, dapat disimpulkan bahwa dalam pelaksanaan konseling individu antara Guru BK dan siswa harus tatap muka secara face to face.
Lantas bagaimana jika ada siswa yang sedang menghadapi masalah genting dan ingin konseling dengan Guru BK tetapi tidak memungkinkan bertatap muka karena perbedaan tempat? Atau karena kurang nyaman melakukan konseling di ruang BK karena tidak tersedianya ruang konseling individu? Apakah Guru BK harus menolaknya karena kendala-kendala tersebut?
Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut, maka kami Guru BK di MTsN 1 Madiun akan berupaya membantu siswa yang ingin melakukan konseling baik secara individu maupun kelompok melalui konseling dunia maya (cyber-counseling). Inovasi ini diambil untuk mengoptimalkan pemberian layanan bimbingan dan konseling kepada siswa sehingga kesulitan yang dialami dapat teratasi dengan cepat dan terselesaikan dengan baik. Melalui cyber-counseling juga menunjukkan bahwa Guru BK telah melaksanakan tugasnya berdasar pada landasan ilmu pengetahuan dan teknologi. Moh Surya (2006) mengemukakan bahwa sejalan dengan perkembangan teknologi komputer, interaksi antara konselor dengan klien tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi dapat juga dilakukan melalui hubungan secara virtual (maya) melalui internet, dalam bentuk cyber-counseling.
Media cyber yang digunakan dalam melakukan cyber-counseling ini adalah dengan memanfaatkan video call dan chatt pada aplikasi whatsapp serta media sosial facebook dan instagram. Dengan model konseling ini, Guru BK dan siswa tetap dapat bertatap muka dan berkomunikasi lisan selama proses konseling.
Sebagai dasar pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling dalam bentuk cyber-counseling, Kepala MTsN 1 Madiun telah mengesahkan SK sebagai dasar kami dalam melaksanakan layanan ini. Adapun SK tersebut adalah sebagai berikut :
SK Pelaksanaan Kegiatan Layanan Bimbingan dan Konseling Online

SK Pelaksanaan Kegiatan Layanan Bimbingan dan Konseling Online

SK Pelaksanaan Kegiatan Layanan Bimbingan dan Konseling Online